Tegal merupakan daerah industri mesin yang paling disegani di Indonesia. Bahkan menurut beberapa berita di Tegal anda bisa memsan pembuatan mesin apa saja. Wah ini yang selalu dilewatkan oleh pemerintah pusat.Saat ditanya mengapa Indonesia tak mau buat pesawat tempur sendiri, jawabannya pasti karena kita tidak bisa buat mesin. Mengapa kita tidak buat tank MBT sendiri, lagi-lagi jawabannya karena Indonesia tak mampu produksi mesin. Padahal beli saja satu contoh lalu kasih ke Tegal, kaum industriawan disana akan mampu me-reverse engine kan semua itu. Jadilah produk Indonesia.
Kini Wong Tegal ternyata membuat kejutan baru, menohok bidang teknologi. Wong Tegal mampu membuat mobil sendiri. Mulai dari mesin, rangka, hingga suku cadang pendukungnya. Pendek kata, mobil dua silinder 500 CC itu benar-benar asli made in Tegal. Bukan main ! dan ini memang bukan main-main.






The capillaries of India's cities are clogged with every imaginable form of cacophonous conveyance: hulking buses, braying bullock carts and motorbikes stacked with families of five all jostle for space on the roads.
Public sector units can avail themselves of a subsidy of Rs 75,000 on purchase of Reva, the electric car.
Irish company Greenaer are the official importers for the Reva, which is made in India.
Indian news service Rediff.com recently reported that the Japanese government has approved a $2,600 subsidy for every one of Reva Electric Car Company's electric vehicles (EVs) sold in the country.
Subsidi langsung untuk menolong industri otomotif di Eropa karena lesunya penjualan akibat resesi global kemungkinan bertambah setelah Inggris dikabarkan berencana memberi insentif pada masyarakat yang bersedia menjual mobil mereka dan membeli mobil baru.