Saturday, April 11, 2009

INDUSTRI LOGAM TEGAL

Tegal adalah salah satu kota yang terkenal dengan hasil barang logamnya. Ditunjang dengan SDM yang berkualitas dibidangnya sejak puluhan tahun lalu, sehingga dapat menghasilkan produk-produk logam yang bermutu & tidak kalah bagusnya dengan produk luar negeri.

Keseriusan Pemerintah Daerah terhadap perkembangan industri logam pun nampak, yaitu adanya pembinanan dengan para pengusaha dalam membantu mengembangkan usahanya secara kontinue.

Akankah Tegal Jadi Detroitnya Indonesia

Post sebelumnya mengungkapkan bahwa GEA akan menjadikan Tegal menjadi basis produksi mobil nasional terbut. Beberapa produsen mobil nasional lain-nya juga mulai menjadikan Tegal untuk produksi mesin dan spar part. Akankah Tegal mampu menjadi "Detroit"-nya Indonesia??? Ini perlu kerja keras Pemda setempat dan dukungan Pemerintah pusat agar 'mimpi' mobil nasional dapat terealisasikan.

Why is not TOYOTA included in the US bailout?

Toyota is a Japanese company not an American Company as GM, Ford, and Chrysler. According to Debbie Scabenow, Senator from Michigan, at the Senate hearings yesterday for the domestic automotive loan for the Big Three-"Toyota already has asked their government for 52 bil."

Auto Bailout: Et Tu, Toyota?

To raise funds, the top automaker is asking for a loan from the state-backed Japan Bank for International Cooperation

There's a surprising addition to the list of automakers asking for billions of dollars in bailout funds. Until Moody's and S&P cut Toyota's (TM) ratings last month to their second-highest rating, the company had been one of the handful of nonfinancial companies in the world with the highest possible ratings from the agencies.

Even after the recent one-notch downgrades, the Japanese automaker's credit rating has remained the envy of rivals like General Motors (GM) and Ford (F). Difficulties raising funds in the U.S. mean Toyota now has something in common with its ailing Detroit competitors: It is following their lead and turning to the state for a helping hand.

Obama Selamatkan 'The Big Three'

Presiden AS Barack Obama akhirnya membuat gebarakan baru di industri otomotif AS yang kini nyaris hancur berkeping. Pemerintahan Obama berencana untuk membeli mobil baru dengan anggaran belanja US$ 285 juta atau sekitar Rp 3 triliun.

“Masalah keuangan akibat krisis ekonomi saat ini tidak terjadi dalam satu hari saja. Penyelesaiannya pun pasti membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Tapi saya yakin 100% berkomitmen untuk memperkuat industri otomotif AS. Kami akan berdiri bersama semua pekerja industri otomotif AS beserta keluarga mereka dalam masa sulit ini,” ujar Obama dalam keterangan resminya di Gedung Putih, Washington DC, AS, Kamis (9/9) pagi waktu setempat.

Soal Modifikasi Motor, Thailand pun KO

Indonesia sering kali dikalahkan Thailand dalam event sepakbola, namun untuk urusan modifikasi motor, Indonesia jagonya.

Hal itu terungkap dalam diskusi dengan empat modifikator lokal yang pada tanggal 1-3 April 2009 lalu mengadakan studi banding ke negeri gajah putih tersebut.

China mulai subsidi dan produksi massal mobil listrik, Indonesia harus melakukan yang sama untuk marlip

Menurut berita ini, China telah mulai langkah untuk memproduksi massal mobil-mobil listrik yang bakal menjadi mobil dominan dalam waktu dekat. China melakukan hal yang sama setelah Jepang, US dan Malaysia mulai memproduksi massal mobil listrik.

Bila Indonesia tidak mau tertinggal dengan trend ini, Indonesia harus mulai memikirkan untuk mensubsidi atau paling tidak memberi keringan kepada investor yang ingin memproduksi massal mobil listrik rancangan LIPI Indonesia, Marlip. Mumpung semua negara saat ini sedang dalam posisi start, sehingga Indonesia belum tertinggal.

Pemerintah harus menstimulasi bank untuk memberikan pinjaman lunak dalam pendirian pabrik Marlip sehingga Indonesia tidak perlu subsidi sekian milyar dollar seperti yang dilakukan oleh negara-negara tersebut di atas. Ayo... kejar terus.